Header Ads

Breaking News
recent

Pengamat Pantau Potensi Danantara jadi Arah Baru Investasi Nasional dan Gaet Investor Domestik


Pendiri komunitas literasi keuangan dan pasar modal Tumbuh Makna, Muliadi San mengamati potensi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dapat mendorong arah baru investasi sekaligus menggerakkan investor domestik. Namun, Muliadi menekankan tata kelola profesional dan transparan agar lembaga tersebut dapat membiayai sektor vital seperti energi terbarukan, manufaktur berteknologi tinggi, ketahanan pangan, hingga inovasi di berbagai industri.


“Ini mencakup pelaporan keuangan yang akurat dan teratur, mekanisme pengawasan independen, serta kebijakan mitigasi risiko yang jelas,” jelas Muliadi yang disampaikan tertulis kepada swa.co.id di Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Muliadi melanjutkan, keterbukaan informasi menjadi bagian krusial untuk menjaga kredibilitas Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara). Karena itu, pelaku kunci BPI Danantara harus memiliki komunikasi publik yang aktif, transparan, dan terbuka.

“Termasuk publikasi laporan berkala, keterbukaan terhadap pemangku kepentingan, serta mekanisme pelaporan,” tambah Muliadi. Dengan begitu, pengelolaan Danantara diharapkan menjadi lebih akuntabel atas kebijakan dan keputusan investasi yang digunakan.

Secara ideal, Muliadi memaparkan bahwa aktualisasi Danantara dalam mengelola saham badan usaha milik negara (BUMN). Menurutnya, Danantara harus mengedepankan prinsip keberlanjutan, optimalisasi portofolio, dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Muliadi juga merekomendasikan, Danantara harus menerapkan strategi investasi antara aset jangka panjang dan stabilitas pasar, dengan pendekatan berbasis data dan berpatokan terhadap praktik baik dana kelolaan negara atau sovereign wealth fund (SWF). Saat ini, sejumlah negara masih menjalankan SWF, beberapa di antaranya seperti Norway Government Pension Fund Global, China Investment Corporation, Qatar Investment Authority, Mubadala Investment Co., Temasek, hingga Khazanah Nasional Berhad.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.